PORO (CITY): Pemenang Sayembara FuturArc 2017 – Kategori Mahasiswa

8 June 2017 - by Aisya Putri in PROJECTS N PROFILE


Foto: ©FuturarcPrize2017

Berangkat dari semangat kompetisi masing-masing individu, tim sayembara lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Arsitektur angkatan 2012 ini berhasil menjadi pemenang sayembara FuturArc Competitions Asia’s Leading Green Design 2017, untuk Kategori Mahasiswa. Tim sayembara dipimpin oleh Inas Raras Maheningtyas dan beranggotakan empat orang: Asmita Puspasari, Bimo Wicaksana, Fadhil Hafizh Sadewo, serta Muhammad Ridho Kharisma Putra.


Foto: ©Bimo Wicaksana

Tema sayembara yang mengutamakan isu lingkungan ini menjadi motivasi awal salah satu anggota tim, Asmita, untuk turut berpartisipasi dengan mengajak keempat orang temannya. Kekompakkan dari anggota yang baru pertama kali bekerja sama sebagai tim ini ternyata membuahkan hasil.


Foto: ©FuturarcPrize2017

Didukung dengan latar belakang kuliah di Bandung, analisis permasalahan lahan yang telah mereka pahami dengan baik menjadi latar belakang pengembangan konsep desain bangunan. Dengan niat mengkritisi isu lingkungan dan pembangunan bangunan tinggi di lahan sekitar Alun-Alun Bandung yang dirasa tidak tepat, fokus ditujukan pada keberlanjutan aspek lingkungan, kesejahteraan masyarakat Bandung dan pengunjung alun-alun, juga aspek komersial. Hal ini menghasilkan sebuah konsep desain berjudul PORO (CITY).

Artikel Lainnya: Perlukah Jasa Arsitek dalam Membangun Rumah Tinggal?

 

Foto: ©FuturarcPrize2017

Bandung yang notabene terletak di cekungan antara Gunung Bukittunggul dan Gunung Malabar dengan intensitas hujan yang tinggi, memiliki potensi besar akan banjir dan longsor. Hal ini merupakan masalah utama yang diangkat, ditambah dengan kepadatan bangunan dan minimnya vegetasi. Solusi yang diperlukan adalah untuk memfasilitasi kota dengan bangunan serta jalur pejalan kaki yang berpori.

 

Foto: ©FuturarcPrize2017

Sistem pori bangunan mengoptimalkan penyerapan, penyaringan, dan penampungan air untuk kemudian dikelompokkan dan digunakan sesuai fungsinya, sama halnya dengan sistem pori pejalan kaki berfungsi. Area yang berfungsi sebagai penampung air dirancang secara detail  dengan struktur yang terdiri dari 6 lapisan, masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri.


Foto: ©FuturarcPrize2017

Secara spesifik, pengembangan desain bangunan disesuaikan dengan konteks sekitar, yaitu alun-alun Bandung dengan menganalisis hubungan antar lahan eksisting, bangunan ini menjadi alur yang menjembatani bagian utara dan selatan, serta barat dengan timur lahan. Tidak hanya itu, analisis mendalam dihadirkan melalui total 10 aspek yang digambarkan konseptual dalam diagram. Berikut poster lengkap hasil sayembara desain kelima arsitek muda berbakat ini!

Artikel Lainnya: Apakah Arsitektur Minimalis itu Murah Karena Pemakaian Kata Minimal?




Artikel Lainnya: Apakah Arsitektur Minimalis itu Murah Karena Pemakaian Kata Minimal?

Projects
Profile
Idea
News