sigit.kusumawijaya | architect & urbandesigner

Damar Tower 21st floor no. 21AG, Kalibata City Apartment, Jl. Kalibata Raya no. 1, Pancoran Jakarta 12750

Ironwood Stripes House

project : residential
floor area : – m2
site area : 756 m2
number of stories : 2 floors
location : pontianak, indonesia
status : proposal

Pontianak, West Kalimantan   |   6 Photos

Rumah Kebun - Food Self-Sufficiency House

“food self-sufficiency house”

[english]
Within this residential project located in the area of BSD, Tangsel, the architect is trying to raise the issue of food security which is implemented by using the concept of urban farming in family scale. Green open space is allocated around the building that functions as a water catchment area, also functioned as an area for gardening crops that can be harvested directly by the owner. In addition, by not attaching building with the neighbors, will allow air and wind flows through the building, which is also designed with a lot of voids, a wide opening and also the separation of two building masses.

Gardening area for the owner is not only lies on ground level, but also allocated across the rooftop area in the rear building mass and in some spots which is arranged vertically either using verticulture system or vertical garden.

There is a ramp from ground floor directly to rooftop garden area, functioned for guest or friends who want to visit the owner’s garden.


[bahasa Indonesia]
Dalam proyek hunian yang berlokasi di daerah BSD, Tangsel ini, arsitek berusaha untuk mengangkat isu ketahanan pangan yang dicoba diterapkan dengan menggunakan konsep urban farming di skala hunian. Di sekeliling bangunan, dialokasikan ruang terbuka hijau yang selain berfungsi sebagai daerah resapan air, juga difungsikan sebagai area untuk berkebun tanaman pangan yang bisa dikonsumsi langsung oleh pemiliknya. Selain itu dengan tidak menempelkan bangunan ini dengan bangunan tetangga akan memudahkan udara dan angin mengalir melalui bangunan yang juga didesain dengan banyak void, bukaan yang lebar dan juga pemisahan 2 massa bangunan.

Area berkebun untuk pemilik tidak hanya terletak pada lantai dengan ketinggian tanah saja, namun juga dialokasikan di seluruh area di rooftop massa bangunan belakang dan juga di beberapa spot yang disusun secara vertikal baik itu menggunakan metode verticulture ataupun vertical garden.

Terdapat ramp dari lantai dasar langsung menuju area rooftop garden yang difungsikan supaya tidak perlu melewati ruang di dalam rumah untuk menuju kebun di rooftop.


project : residential
floor area : 329.6 m2
site area : 225.08 m2
number of stories : 2 floors
client: ida amal
location : bsd, tangsel, indonesia
status : construction

BSD, Tangerang Selatan   |   9 Photos

Communal Gardening and Sharing House

Communal Sharing House - Rumah Berbagi & Berkebun Komunal

[english]
Conveniently located in the Betawi village in the area of South Jakarta, the dwelling which has a land area of about 300 m2 uses a concept of a home that can serve as a social space for surrounding residents in the village, which small portion of the land is allocated for the semi-public area functions, such as amphitheater, public library and stage performances.

Three building masses with different functions and impressions, which one of them uses a container that function as a working studio for the owner, creates a unique atmosphere around the residence. In addition, with the altitude difference of the floor among the masses of the building by using split-level, makes an attractive space experience.

Majority of the building material is using natural materials such as unpainted wall, exposed cement, steel frame, also some recycled materials such as scrap wood for building facade. On the rooftop of all building masses and in some vertical spot are planted with the crops that can be consumed, such as vegetables as the application of the urban farming concept.


[bahasa Indonesia]
Dengan lokasi yang terletak di tengah kampung di daerah Selatan Jakarta, hunian yang mempunyai luas lahan sekitar 300 m2 ini mempunyai konsep sebagai rumah yang dapat berfungsi sebagai ruang sosial untuk warga kampung sekitarnya, dimana sebagian kecil lahan dialokasikan untuk area semi publik seperti amphitheater, perpustakaan umum dan panggung pertunjukan.

Tiga massa bangunan yang berbeda fungsi dan impresinya, yang salah satunya menggunakan container bekas sebagai ruang studio kerja pemilik, membuat atmosfer yang unik di sekitar hunian ini. Ditambah lagi permainan perbedaan ketinggian lantai (split level) di antara massa-massa bangunan tersebut, menjadi sebuah pengalaman ruang yang menarik.

Material yang digunakan mayoritas bahan-bahan natural seperti acian semen tanpa cat pada dinding, beton dan rangka baja ekspos, kusen besi, juga beberapa bahan recycle seperti pada fasade bangunan menggunakan kayu bekas. Di seluruh rooftop massa bangunan dan beberapa spot vertikal ditanami tanaman yang bisa dikonsumsi seperti sayuran sebagai pengaplikasian konsep urban farming.


project : residential
floor area : 282.75 m2
site area : 303 m2
number of stories : 2.5 floors
location : jakarta, indonesia
status : construction

Jagakarsa, Jakarta Selatan   |   7 Photos

Krakatau Daya Listrik Office

project : office interior & landscape
floor area : 570 m2
site area : – m2
number of stories : 1 floor
client: pt. krakatau daya listrik
location : cilegon, indonesia
status : completed

Cilegon, Banten   |   9 Photos

Borneo House

project : residential
floor area : 642.2 m2
site area : 800 m2
number of stories : 2 floors
client: confidential
location : borneo, indonesia
status : proposal

Puruk Cahu, Kalimantan   |   5 Photos

Rumah Beranda - Green Boarding House

[English
“home farming supporting food security”

The concept of green architecture combined with urban farming is integrated in this boarding house located in Cipete area, Jakarta, Indonesia. This house not only offers the beauty from the angle of aesthetical and micro climate conditioning, but it has other added value by using plants that can be consumed by its owners and users.

By implementing wide of the opening, skylight in every room and many hole for cross ventilation, the purpose is to let the sunlight and natural air pass through this building. The first layer of the skin consists of vegetation enveloped the majority of the building façade, filtering the air become more fresh before entering inside of the building.

The use of natural and raw materials, such as natural wood, unpainted wall, floor hardener, raw and rusty metal for door and window frame creates the ‘down to earth’ impression as an oasis in the middle of Jakarta’s urban atmosphere. Moreover, the concept of urban farming in the residential scale try to introduce healthy lifestyle by cultivating edible plant instead of only planting decorative one that can be harvested and consumed towards food security from family level.


[Bahasa Indonesia
“pertanian di dalam hunian untuk mendukung ketahanan pangan”

Konsep arsitektur hijau yang dipadukan dengan urban farming (pertanian perkotaan) di hunian yang juga menyewakan kos di daerah Cipete ini tidak hanya menawarkan keasrian dari sudut estetika dan pengkondisian suhu secara mikro saja, namun juga adanya nilai tambah dengan pemanfaatan tanaman-tanaman yang bisa dipanen dan dikonsumsi oleh pemilik dan pengguna bangunan tersebut.

Dengan pengaplikasian lebarnya bukaan, banyaknya lubang- lubang udara untuk ventilasi dan juga skylight di setiap ruangan membiarkan sinar matahari dan udara alami berlalu lalang di bangunan ini sebelum di lter oleh elemen-elemen hijau sebagai kulit kedua pada fasade bangunan ini.

Pemakaian material-material yang alami seperti kayu asli, dinding yang tidak dicat, kusen pintu dan jendela yang menggunakan besi juga menciptakan impresi ‘down to earth’ sebagai oase di tengah- tengah suasana urban Jakarta ini.

Konsep urban faming pada skala hunian ini bertujuan untuk mengenalkan gaya hidup yang sehat dengan cara menanam tanaman pangan (seperti sayuran, obat-obatan, buah-buahan) daripada hanya menanam tanaman hias untuk menuju ketahanan pangan yang dimulai dari level keluarga.


project : residential
floor area : 634.88 m2
site area : 399 m2
number of stories : 3 floors
client: confidential
location : cipete, jakarta, indonesia
status : finished

Cipete, Jakarta Selatan   |   15 Photos